Minggu, 13 Februari 2011

Kavaleri Akan Memperoleh 178 Tank Baru


Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur

Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambahan peralatan baru sebanyak 65 unit kendaraan tempur MBT, 53 unit kendaraan tempur Tank Medium dan 60 unit kendaraan tempur Panser Kanon Medium dalam kurun tahun 2011-2014.

Tambahan peralatan baru itu dalam rangka pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk maupun dalam rangka Rematerialisasi Alat utama Sistem Senjata satuan kavaleri pada satuan yang telah dibentuk serta melaksanakan Program retrofiting 65 unit kendaraan tempur Tank AMX-13.

Hal itu disampaikan Danpusenkav Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigadir Jendral TNI Burhanudin Siagian dalam amanatnya yang dibacakan Waasintel Kasdam I/BB, pada acara syukuran HUT ke 61 Kavaleri tahun 2011 di lapangan apel Makoyon Kav 6/Serbu di Asam Kumbang Medan, Rabu Malam (9/2).

Hadir pada acara tersebut, Danyon Arhanudse 11/BS Letnan Kolonel Arh Sony Hendayana, Danyon Armed 2/105 Letkol Arm Surya Darma Damanik, Danyon Zipur 1/DD letkol Czi Ahmad Rijal Ramdhani SSos SH, Danyonif 100/Raider Letkol Inf Heri Susandi, Dandeninteldam I/BB Letkol Kav Hendi Suhendi SSos, para sesepuh Korps Kavaleri serta serta Ibu-ibu Ketua Persit Batalyon Kavaleri 6/Serbu dan tamu undangan lainnyaDalam amanatnya, Burhanudin Siagian menyampaikan, Pusenkav Kodiklat TNI AD telah melaksanakan Revisi Bujukbin Kavaleri. Semula satuan Kavaleri hanya berwenang melaksanakan pemeliharaan kendaraan tempur pada tingkat 0, sekarang ditingkatkan pada tingkat 2.

“Di samping itu Pusenkav dan jajarannya juga telah melaksanakan beberapa penataan pangkalan, dari uraian tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa tantangan tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks, akan dapat dijawab apabila prajurit Kavaleri memiliki jati diri yang tangguh, dan selalu meningkatkan kemampuannya serta memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai kebenaran.”

Sesuai dengan tema HUT Kavaleri ke 61 yakni Dengan semangat Jaya dimasa perang berguna dimasa damai, Korps Kavaleri bertekad meningkatkan profesionalisme prajurit dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Hovercraft Kartika



Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat.

Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling-baling seperti pada pesawat udara. Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar. Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.



Saat ini TNI-AD telah mampu menciptakan Hovercraft sendiri, Hovercraft ini merupakan hasil karya Litbang Bekang TNI AD yang bermitra dengan Kabindo dan PT Sri Rejeki Isman, dan diberi nama Hovercraft KARTIKA. bahkan Hovercraft ini pernah dipamerkan di dipelataran display statis depan Hall pameran Indo-Defence 2010, pada hari Rabu (10/11) hingga Sabtu (13/11) tahun 2010 yang lalu.

Berbeda dengan Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang digunakan marinir AS, Kartika menggunakan struktur material sandwich composite pada lambungnya dan open loop dengan Finger Skirt pada bantalan craftnya. Ditenagai oleh 2 buah mesin diesel berkekuatan 330Hp dengan thrust engine 2x502Hp, hovercraft ini ditengarai mampu dipacu hingga kecepatan 20-25 knot (cruising speed) dengan endurance 7 jam. Muatan maksimum yang bisa diangkut hingga 3 ton, sehingga sanggup membawa 1 mobil truck 3/4.



Hovercraft yang diberinama Kartika ini memiliki dimensi panjang 14,2m, lebar 7m dan tinggi 3,1m. Untuk propeller menggunakan variabel pitch control dengan sistem belt transmision, sedangkan daya angkatnya (lifter) dan pengendalinya memakai sistem centrifugal fan yang terhubung dengan hydraulic motor.

Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, Hovercraft Kartika juga mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter.Hovercraft mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.

Mengenai daya angkut Hovercraft Kartika dapat mengangkut beban 5,5 ton. Meski dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. Itu juga masih dapat ditambah.

Indonesia to Develop Light Attack Helicopter, Military Co-op with S Korea


JAKARTA, (ANTARA News) - Pesawat perusahaan Indonesia, PT Dirgantara Indonesia akan mengembangkan sebuah helikopter serang ringan dan kerjasama militer dengan Korea Selatan, kata seorang eksekutif puncak di Jakarta, Kamis.
"Kami bekerja sama dengan Angkatan Darat Indonesia untuk mengembangkan helikopter serang ringan yang dapat digunakan untuk menghadapi separatis dan penyelundup," kata Budi Santoso, presiden direktur PT Dirgantara Indonesia dalam sidang parlemen.


Dia mengatakan bahwa karakteristik dari helikopter MI35 berbeda dari yang dirancang untuk pertempuran dibuka di mana kebisingan tidak penting. "Unsur yang paling penting dari helikopter serang ringan adalah kebisingan rendah saat terbang. Kita tidak perlu seperti helikopter MI35 bahwa kebisingan bisa didengar dari jarak 10 kilometer," kata Santoso.

Dia juga mengatakan bahwa Departemen Pertahanan dan mitra Korea Selatan yang sedang mengembangkan sebuah program bernama Fighter Korea Program (KFP). "Ini adalah kesempatan kami untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian baru tumbuh, terutama di bidang teknik,"katanya.

Menurut Santoso, seumur hidup umum pesawat adalah sekitar 20 - 30 tahun.

"Namun, selama hidup, kita perlu mungkin dua kali atau tiga kali upgrade pada persenjataan dan sistem avionik Jika kita memiliki keahlian,. kita bisa upgrade sesuai dengan kebutuhan kita,"katanya.

Twin Otter Pertimbangkan Pabrik di RI


JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal Kanada, Twin Otter, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membuat pabrik pesawat di Indonesia. Kabar ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay kepada wartawan di Jakarta.

"Mereka masih mengkaji, salah satunya adalah mereka akan ke Indonesia bila operator di Indonesia telah membeli pesawat Twin Otter minimal 30 unit. Pada kenyataannya, pesawat Twin Otter di Indonesia sudah lebih dari itu," kata Herry.

Disebutkan, kemungkinan Twin Otter, akan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) membangun pabrik pesawat di Bandung.

Pesawat Hercules A-1312 Kembali Bertugas


Pesawat C-130 Hercules A. 1312 Kembali

Setelah dilakukan perawatan dan perbaikan selama satu setengah tahun di Bandung, pesawat Hercules A.1312 milik Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh tiba di Lanud dan diterima langsung oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI A. Dwi Putranto dengan upacara militer yang bertempat di lapangan Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh (4/2).

Dalam upacara tersebut Komandan menerima sertifikat kelaikan udara dari Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Wayan Superman di saksikan seluruh anggota Skadron Udara 32 dan para pejabat Lanud Abd Saleh.

Sejarah telah membuktikan bahwa selama ini pesawat Hercules sebagai pendukung operasi dalam hal angkut personel dan logistik, telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai operasi, demikian sambutan Komandan setelah menerima laporan dari Komandan Skadron Udara 32.

Lebih lanjut dikatakan, pesawat Hercules tidak hanya memberikan kontribusi bagi kepentingan operasi militer namun juga memberi andil pada berbagai operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia. Mengingat jam terbang pesawat Hercules begitu besar, maka diperlukan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi maksimal.

Komandan mengharapkan dengan selesainya program perawatan dan perbaikan yang baru saja dilaksanakan, tidak ada lagi adanya accident dan incident terhadap pesawat Hercules yang ada di Lanud Abd Saleh dan dapat menambah kekuatan dan kesiapan pesawat Hercules kita dalam mendukung tugas-tugas operasi ke depan.

Senin, 07 Februari 2011

KCR-40 Clurit Diluncurkan di Batam


Kapal Perang Buatan Batam

BATAM (BP) – Industri shipyard di Batam mengukir sejarah baru, setelah berhasil menyelesaikan pengerjaan Kapal Cepat Rudal (KCR) dalam waktu kurang dari setahun. Hebatnya lagi, kapal perang ini memiliki kemampuan mengangkut dan menembakkan rudal ini, seluruh desain dan pengerjaanya dilakukan putra-putri terbaik Indonesia.

”Sebagian bahan atau material pembuatan kapal perang ini merupakan hasil produksi dalam negeri,” kata Laksamana Pertama TNI Suryo Djati Prabowo, Kepala Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut, Jumat (4/2). Kapal perang ini diberi nama KCR-40 Clurit. Kecepatannnya mencapai 30 knot.

“Ini satu-satunya kapal cepat rudal di Indonesia buatan anak bangsa di Batam,” ujar Suryo dengan bangganya di sela-sela peluncuran kapal sepanjang 44 meter itu di PT Palindo Marine Industri, Tanjunguncang, kemarin.

Kapal sejenis yang di Indonesia saat ini, kata Suryo, rata-rata buatan luar negeri. Namun buatan Batam ini kualitasnya tidak kalah dengan karya asing.

Kapal Cepat Rudal ini berbahan baja-alumnium yang dikembangkan industri perkapalan (shipyard) di Batam untuk Indonesia dan dunia internasional.

”Dengan keberhasilan ini, kita tunjukan kepada dunia bahwa kita telah mampu membangun dan mengembangkan alut sista secara mandiri di dalam negeri,” kata Suryo.

Kapal yang keseluruhan proses pembuatannya di PT Palindo Marine Industries, Batam ini, akan dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco) modern, Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali. Kehadiran kapal dengan sistem pendorongan handal yang mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot ini, kata Suryo, diharapkan mampu mengemban tugas-tugas TNI AL dan juga memberikan efek deterrence bagi pertahanan negara.

Sementara menurut Komandan Lanal Batam Kolonel laut (P) Iwan Isnurwanto, KCR ini terbuat dari baja khusus pada bagian hulunya (lambung). Baja High Tensils Steel ini juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel.Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.

Kapal dengan sistem propulsi Fixed Propeller 5 daun ini juga akan dilengkapi 1 unit meriam 6 barel caliber 30 MM, meriam anjungan 2 unit caliber 20 MM dan peluru kendali 2 set Rudal C-705.

Dalam waktu dekat, kapal perang ini akan diuji coba. “Setelah itu, kapal buatan Batam ini dapat segera memasuki jajaran operasional TNI AL,” ujar Suryo.
Sementara itu, putra-putri terbaik bangsa di belakang proses pekerjaan KCR ini, kata direktur PT Palindo Marine Industries Hermanto, berasal dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang bekerja di Batam. “Iya. Desain dan pembangunan kapal ini sejak awal dilakukan oleh putra-putri bangsa Indonesia dari ITS di Batam. Kita bangga dengan karya besar mereka,” katanya

Sabtu, 05 Februari 2011

Semua Alutsista Tahun 1980 ke Bawah Akan Diganti


NGAMPRAH, (PRLM).-Sekitar 60 persen alutsista (alat utama sistem persenjataan) Kavaleri, seperti panser dan tank, tergolong sudah tua. Modernisasi dilakukan secara bertahap hingga 2014 nanti untuk mendukung sistem pertahanan negara agar menjadi lebih mumpuni dan setara dengan negara-negara lain.

“Semua alutsista buatan tahun 1980 ke bawah akan diganti. Bukan karena sudah tidak berfungsi lagi, tapi karena kita membutuhkan persenjataan modern yang canggih agar minimal dapat sejajar dengan negara-negara lain,” kata Brigjen TNI Burhanudin Siagian, Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, di sela-sela kegiatan pengobatan gratis sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-61 Pussenkav, Jumat (4/2), di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Siagian, akibat banyaknya alutsista yang telah berumur, selama ini prajurit Kavaleri tidak bisa menggelar latihan bersama dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetanggal di wilayah Asia Tenggara. “Tidak usah ditutup-tutupi. Kita memang masih tertinggal, termasuk dari segi penganggaran. Inilah yang ingin kita kejar secara bertahap,” ucapnya.

Alutsista baru bagi Pussenkav nantinya tidak melulu didatangkan dari luar negeri. Sebagian di antaranya dipasok dari Perindustrian Angkatan Darat (Pindad). Apalagi sekarang Pindad telah mampu memproduksi angkutan bersenjata kanon.
Merayakan ulang tahun ke-61, Pussenkav menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, di antaranya pembuatan tanggul penahan banjir sepanjang 500 meter di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, perlombaan Pramuka, pengobatan massal, dan sunatan gratis. Ribuan warga terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Dede (48), salah seorang warga Desa Jayamekar, Padalarang, bersyukur bisa mengikuti pengobatan gratis. Ia sakit di pergelangan tangan kirinya yang sudah diderita bertahun-tahun dapat sembuh. “Moga-moga saja saya berjodoh di sini sehingga sakit di tangan ini bisa segera sembuh,” katanya

Kamis, 03 Februari 2011

Sub Skimmer : Lebih Hebat dari Buatan Inggris


JAKARTA (SINDO) - Sekilas rancang bangunnya serupa dengan speedboat pada umumnya. Namun, dengan teknologi dan peralatan yang melengkapinya, kendaraan tempur air buatan dalam negeri ini memiliki kelebihan yang luar biasa.

Kendaraan tempur air yang dikenal dengan nama Sub Skimmer ini merupakan kendaraan tempur air yang dapat mengapung di atas permukaan air dan memiliki kemampuan menyelam ke dalam air. Di Indonesia yang mengoperasikan kendaraan jenis ini adalah Detasemen Jala Mengakara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan elit korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Pengoperasiannya ditujukan untuk melayani kebutuhan pasukan khusus dalam menyusup ke daerah lawan, melaksanakan sabotase, dan sebagai sarana transportasi pasukan dalam jumlah terbatas. Selama ini Denjaka menggunakan kendaraan sejenis yang didatangkan dari Inggris. Namun, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) memutuskan untuk mengembangkan dan menyempurnakan kendaraan tempur air tersebut.

Bekerja sama dengan PT Prima Maritim dan Denjaka, proses perancangan, pembangunan, dan uji coba Sub Skimmer dimulai sejak awal 2009.

“Pengembangan dengan masukan-masukan dari pengguna terutama Denjaka dimulai sejak 2009,” ujar Direktur PT Prima Maritim Toto Wirawan saat pameran alat-alat pertahanan di Markas Besar TNI Cilangkap beberapa waktu lalu.

Toto menyatakan, dibandingkan dengan Sub Skimmer buatan Inggris yang selama ini dipergunakan oleh Denjaka TNI AL, produk dalam negeri ini memiliki sejumlah kelebihan.Kemampuan menyelamnya jauh lebih stabil karena dilengkapi rangka kokoh di kedua sisinya yang juga berfungsi untuk melindungi bantalan udara. “Rangka pelindung ini yang tidak dimiliki Sub Skimmer buatan Inggris,”ujarnya.

Tidak hanya itu, rangka Sub Skimmer yang dapat memuat sampai enam personel ini juga dibuat dari bahan komposit anti peluru. Dia pun mengungkapkan untuk membuatsatualatsejenismembutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Salah satu tim penguji Sub Skimmer dari Denjaka, Sersan Satu Imron, mengungkapkan, Sub Skimmer di permukaan dapat mencapai kecepatan hingga 25 knot.

Sedangkan dalam air mencapai kecepatan antara empat sampai lima knot dengan kemampuan menyelam sampai empat meter dan mampu bertahan di dalam air sampai delapan jam. “Untuk keperluan infiltrasi atau penyusupan sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama,”ujarnya. Pengembangan selanjutnya Sub Skimmer akan dilengkapi peralatan antisonar. Kendaraan ini memang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih jauh dan bahkan untuk diproduksi secara massal.

Saat dipamerkan di pameran alat pertahanan di Mabes TNI akhir Januari lalu kendaraan tempur air ini menyita perhatian dari petinggi-petinggi TNI. Selain merancang Sub Skimmer, Dislitbang TNI AL juga membangun wahana Sky Diving di Brigade Infantri II Marinir Cilandak. Wahana ini berupa mesin penggerak daun propeller putaran tinggi untuk membuat udara tekanan tinggi yang digunakan sebagai sarana latihan melayang di udara sebelum melaksanakan terjun bebas di udara yang sebenarnya.

Australia Hibahkan 4 Hercules Kepada TNI AU


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu (2/2).

"Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia, selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.

"Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.

Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.

"Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.

Menurut dia, pesawat Hercules yang dibutuhkan TNI AU saat ini sebanyak 30 unit. Namun, TNI AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules, sehingga masih kurang sembilan pesawat.

"Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah dan membeli. Sebanyak 30 pesawat Hercules akan digunakan untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional dua batalyon sebanyak 26 unit," katanya.

PT DI Serahkan Heli NBell ke TNI AD


Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali menambah amunisi bagi pertahanan Indonesia melalui TNI AD. Mereka menyerahkan 1 unit helikopter jenis NBELL 412 EP.

Penyerahan helikopter tersebut dilaksanakan Rabu (2/1/11) di Pusat Penerbangan Angkatan Darat Skadron 21 TNI AD, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

"Peristiwa ini adalah bukti kesiapan PT DI dalam menyiapkan revitalisasi industri pertahanan dalam negeri," ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Suryo Prabowo yang menerima helikopter ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT DI. Ia menyatakan, kerjasama dengan PT DI ini secara bertahap akan terus dilakukan.

"Ini merupakan bukti komitmen Angkatan Darat untuk memperdayakan produksi dalam negeri yang sejalan dengan amanah presiden," ujarnya.

Prabowo juga berharap PT DI juga mampu meningkatkan kualitas produksinya agar mampu bersaing dengan industri luar negeri dan mampu memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri. "Jangan berhenti dan terbatas pada rasa bangga, tetapi juga bertekad mengembangkan kualitas dari produksi," harap Prabowo.

Usai menerima helikopter tersebut, Prabowo menyempatkan diri untuk mencobanya. Ia menggunakan helikopter tersebut untuk berangkat ke Pusdikintel TNI AD di Ciomas Bogor. Duduk di belakan pilot, ia tersenyum dan melambai kepada wartawan. Setengah jam berlalu, helikopter telah kembali lagi ke lapangan udara Pondok Cabe.

Menurut Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigjen N Wahyu Rianto, heli dengan daya angkut 15 ton atau dapat juga mengangkut 15 orang termasuk pilot ini akan ditempatkan di Skadron 31 Semarang. "Rencananya untuk pesawat angkut. Tapi nanti juga akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan heli. Ini untuk pengamanan saat pendaratan," ujarnya.

Sementara itu, menurut Asisten Logistik TNI AD Mayjen Wibowo, harga heli itu Rp 99 miliar. Dia menjelaskan, dibanding heli tipe NBELL lainnya, heli NBELL 412 EP ini memiliki kapasitas mesin yang lebih besar serta semua peralatannya sudah digital. Kelebihan lain heli ini mampu melakukan auto-pilot hovering, yakni terbang stagnan di udara secara otomatis. Heli NBELL lain seperti tipe 412 HP atau 412 SP belum mampu melakukannya

TNI AL Hibahkan KRI Karang Unarang Kepada Kab Sangihe


Kapal eks KRI Karang Unarang-985 milik TNI Angkatan Laut dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara untuk dijadikan sebagai kapal penumpang yang akan melayani masyarakat di pulau-pulau terluar Tahuna-Kahakitan-Tagulandang-Miangas-Marore dan Manado setiap hari.

Kapal cepat buatan Jerman tahun 1997 telah dioperasikan TNI AL sejak tahun 2006 dengan nama KRI Karang Unarang-985, Setelah dihibahkan kapal tersebut kepada Pemda Kabupaten Sangihe, berganti nama menjadi KM Bawangun Nusa-1.

Menurut Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tri Parsodjo, penyerahan hibah kapal tersebut, ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan kapal oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dan Bupati Kabupaten Sangihe Drs. Winsulangi Salindeho, di atas KM Bawangun Nusa-1 yang sandar di pelabuhan Tahuna, Kab. Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (31/1).

“Acara serah terima hibah kapal tersebut disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang bersama sejumlah pejabat Pemda setempat,” katanya di Jakarta, Selasa (1/2).
Sementara dari TNI AL hadir Aspam Kasal Laksda TNI Soleman B. Ponto, Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto, Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo serta Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Agus Purwoto.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparnomengatakan bahwa penyerahan kapal eks KRI Karang Unarang-985 kepada Pemda Kabupaten Sangihe merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut dalam mendukung sarana transportasi di wilayah perbatasan yang saat ini masih minim.

“Diharapkan dengan beroperasinya kapal KM Bawangun Nusa-1 di wilayah ini, akan dapat membantu kepentingan sarana transportasi bagi masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan kehidupan perekonomian,” kata Kasal.

Adapun maksud dan tujuan proses hibah kapal tersebut sejalan dengan peran TNI AL dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan. Dengan dimilikinya KM Bawangun Nusa-1 oleh Pemda Sangihe, diharapkan proses pembangunan di wilayah kepulauan Sangihe Talaud dapat lebih meningkat. “Ke depan masyarakat di pulau-pulau terluar Provinsi Sulut dapat menikmati sarana transportasi yang melayani pulau-pulau di Sangihe Talaud, hal ini akan mendorong kemajuan pembangunan di wilayah perbatasan khususnya di kepulauan Sangihe,” tambah Kasal.

KM Bawangun Nusa-1 sebagai kapal cepat penyeberangan memiliki panjang 69,8 meter, lebar 10,4 meter, tonage 493 ton. Dengan ukuran tersebut, kapal penumpang ini berkapasitas 1.000 penumpang, 500 kursi, 100 kamar dan 500 kasur cadangan. Setelah acara serah terima kapal, Kasal Laksamana TNI Soeparno beserta para pejabat TNI AL dan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang melaksanakan peninjauan kapal dan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. (Yr/rm)

Lima Pesawat Hercules Dikirim ke Mesir


Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengirim lima pesawat Hercules ke Mesir untuk mengevakuasi warga negara Indonesia. Masing-masing tiga pesawat dari Jakarta dan dua lainnya dari Malang.

Tiga pesawat Hercules dari Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sementara dua unit pesawat Hercules lainnya dari Skadron Udara 32 Wing II Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Wakil Asisten Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Bidang Operasional Marsma TNI FHB Bambang Soelistyo, Selasa (1/2/2011) mengatakan, dua pesawat Hercules dari Malang, masing-masing Hercules A-1305 dan Hercules A-1316, telah diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma.

"Kedua pesawat tersebut hari ini telah diberangkatkan ke Halim untuk bergabung dengan tiga pesawat Hercules lainnya, dan masing-masing berangkat pukul 08.11 WIB dan pukul 09.18 WIB," katanya.

Pesawat Hercules A-1305 dipiloti Komandan Skadron 32 Letkol Pnb Wayan Suparman dengan ko-pilot Kapten Pnb Ari Sutiono, sedangkan Hercules A-1316 dipiloti Mayor Pnb Hermawan. Bambang menjelaskan, selain menyiapkan lima pesawat yang akan diberangkatkan ke Mesir, TNI-AU juga menyiapkan personel Paskhas.

"Personel Paskhas tersebut terdiri atas Detasemen Bravo 90 dan Paskhas yang sudah berpengalaman dalam United National (UN) Mission," katanya.

Dikatakannya, pasukan itu terbagi dalam tiga kelompok yang mempunyai tugas tersendiri yakni kelompok 15 bertugas sebagai Komando Pengendali (Kodal), kelompok 42 sebagai tim inti dalam evakuasi dan kelompok 45 sebagai "Ground Handling".

"Tugas itu adalah bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang merupakan tugas negara dan harus dijalankan demi menjaga nama baik TNI-AU dan NKRI dengan menjaga penampilan, bertindak tegas, dan santun," ujar Bambang.

Pasukan tim evakuasi TNI-AU dipimpin Komandan Tim Kolonel Psk Rolland DG Waha dan Komandan Detasemen Bravo '90 Letkol Psk M Juanda.

Dalam upaya mengevakuasi WNI di Mesir, Presiden menunjuk Wakil KSAU Marsdya TNI Sukirno sebagai "Post-Commander" Satuan Tugas Evakuasi WNI dan telah berangkat menuju Mesir, Senin (31/1) malam.

Turut mendampingi Wakil KSAU adalah Mayjen Mar Affan Gafar (Dan Kormar), Marsma TNI Sudipo Handoyo (Danpuspomau) dan Kolonel Pnb Yuyu Sutisna (Asops Kohanudnas) dan Letkol Inf Almukolis Suryo, sebagai tim pendahulu.