Minggu, 13 Februari 2011
Indonesia to Develop Light Attack Helicopter, Military Co-op with S Korea
JAKARTA, (ANTARA News) - Pesawat perusahaan Indonesia, PT Dirgantara Indonesia akan mengembangkan sebuah helikopter serang ringan dan kerjasama militer dengan Korea Selatan, kata seorang eksekutif puncak di Jakarta, Kamis.
"Kami bekerja sama dengan Angkatan Darat Indonesia untuk mengembangkan helikopter serang ringan yang dapat digunakan untuk menghadapi separatis dan penyelundup," kata Budi Santoso, presiden direktur PT Dirgantara Indonesia dalam sidang parlemen.
Dia mengatakan bahwa karakteristik dari helikopter MI35 berbeda dari yang dirancang untuk pertempuran dibuka di mana kebisingan tidak penting. "Unsur yang paling penting dari helikopter serang ringan adalah kebisingan rendah saat terbang. Kita tidak perlu seperti helikopter MI35 bahwa kebisingan bisa didengar dari jarak 10 kilometer," kata Santoso.
Dia juga mengatakan bahwa Departemen Pertahanan dan mitra Korea Selatan yang sedang mengembangkan sebuah program bernama Fighter Korea Program (KFP). "Ini adalah kesempatan kami untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian baru tumbuh, terutama di bidang teknik,"katanya.
Menurut Santoso, seumur hidup umum pesawat adalah sekitar 20 - 30 tahun.
"Namun, selama hidup, kita perlu mungkin dua kali atau tiga kali upgrade pada persenjataan dan sistem avionik Jika kita memiliki keahlian,. kita bisa upgrade sesuai dengan kebutuhan kita,"katanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar